Selasa, 04 Juni 2013

PERJALANAN ROH KITA (yudha pramana)





Masalah roh adalah masalah urusan Tuhan, kita sebagai manusia hanya diberi pengetahuan yang sedikit, dari pengetahuan yang sedikit itu kita diberi kemamuan untuk berpikir, memahami dan memaknainya dalam kehidupan melalui hadis dan kalamullah. Roh merupakan satu unsur Ilahi,yaitu sesuatu yang hanya Allah saja yang mengetahui akan rahasianya, bukan terdiri dari benda (Materi). Unsur inilah yang menyebabkan daging, tulang, darah, kulit dan bulu kita berkembang dan tumbuh,yang menyebabkan tubuh itu hidup dan bergerak, berbenturan dan berkembang biak. Unsur roh inilah yang menyebabkan kita melihat, mendengar, merasa berpikir berkesadaran dan berpengertian. Unsur roh ini pula yang menyebabkan kita mempunyai rasa kasih, sayang dan cinta, mempunyai rasa benci, marah dan anti, menjadikan kita gembira, senang, bahagia atau susah dan sengsara. Unsur roh ini pula yang menjadikan kita manusia menjadi makluk yang pemalu, bermoral dan asusila atau menjadi makhluk yang tak tahu malu, moral, asusila atau sosial.
Menurut fungsinya roh banyak mempunyai nama. Dinamakan roh atau jiwa atau nyawa dalam fungsinya menghidupkan. Dinamakan akal dalam fungsinya memikirkan dan menyelidiki, dan dinamai hati atau kalbu dalam fungsinya merasa senang atau susah, kasih sayang, cinta atau benci, kasihan atau malu.
Kita sebagai manusia memiliki roh yang berbeda dengan binatang dan tumbuhan, kita diberi roh oleh Tuhan roh yang sadar dan mengerti yang didalam bahasa Latin disebut .ANIMA INTELECTIVA (Roh Insani) yaitu semacam roh yang paling sempurna ,mulia dan tinggi, semacam roh yang bukan saja memberikan kemampuan untuk hidup, bergerak, tumbuh, dan berketurunan tetapi satu roh yang memberi kan kemampuan untuk berpikir, sadar, mengerti, dan menjadi makhluk yang sadar akan Tuhan atau Khaliq yang menciptakannya.
Tuhan meniupkan roh kedalam tubuh kita sewaktu kita berada dalam alam rahim, sehingga dapat hidup ,dapat berjalan dan dapat beraktifitas. Tubuh kita terdiri dari tulang, darah, urat-urat, kulit, bulu dan kuku perlu kita beri makan dan dilindungi, sehingga kita perlu makan, minum, pakaian dan lain lain. Roh kita juga perlu diisi dengan sari makanan ketenangan (Sakinah) dan kemantapan (Mutmainah) melalui ibadah, pertolongan Allah dan berserah diri kepada Allah.
Dalam tubuh kita roh selalu berjalan mulai semenjak kita berada dalam alam rahim dan berakhir setelah kita meninggal dunia (mati). Mati suatu keadaan dimana roh telah meninggalkan tubuh, sehingga tubuh tak dapat lagi bergerak, kaku dan terbujur bagai bangkai.
Makanan roh adalah ketenangan dan kemantapan jiwa yang kita dapat melalui ibadah yang kita lakukan sehari semalam, pertolongan Allah dan berserah diri kepada Allah Roh yang tidak diberi makan akan timbul pemberontakan diri, prustrasi, kecewa yang berdamfak munculnya penyakit rohani yang memperturutkan hawa nafsu, sehinggha roh tak mengenal lagi kepada kepada Allah yang menciptanya dan durhaka kepada ibu bapaknya yang telah menjadi penyebab lahirnya anak manusia dimuka bumi.

Dalam tuntunan agama Islam, Ibadah yang pertama dan utama diwajibkan Allah kepada kita selaku umat nabi Muhammad S.A.W. adalah shalat.yang diterima Nabi Muhammad SAW pada saat perjalannan isra miraj langsung dari Allah tanpa perantaraan malaikat Jibril. Kedudukan shalat dalam Islam sangat penting, karena shalat tanda orang muslim (Islam). Didalam shalat terkandung gerakan olah raga yang dapat menyehatkan tubuh kita. Juga doa dan zikir sebagai makanan jiwa (Roh) yang dapat meyegarkan pikiran dan menjernihkan hati. Bila shalat kita lakukan maka terpenuhilah makanan tubuh dan roh kita sehingga sehat jiwa raga dapat dinikmti. Dalam memperingati Isra Miraj seorang ustaz dalam ceramahnya mengatakan: Shalat yang diterima nabi Muhammad S.A.W merupakan kewajiban yang wajib dilaksanakan setiap orang, balig, muallaf dan berakal. Barang siapa yang meninggalkan shalat berarti ia akan merobohkan agamanya, karena shalat adalah tiangnya agama. Kewajiban shalat akan dibebaskan Allah apabila seseorang telah meninggal dunia (mati).
Orang yang meninggalkan shalat pada hal ia sehat maka hatinya akan mati, jauh dari Allah dan doa tak diperkenankan. Shalat ibadah utama dalam agama Islam, bila Shalatnya sempurna maka sempurna ibadah-ibadah lain juga sempurna. Didalam diklat ini menjelaskan uraian singkat kaidah shalat, mengapa shalat subuh 2 rakaat, shalat dzuhur 4 rakaat, sholat ashar 4 rakaat, shalat magrib 3 rakaat dan shalat isya 4 rakaat? Kalimat itu tertulis : SHALAT LIMA WAKTU PERJALANAN ROH DIDALAM TUBUH KITA. Kita diwajibkan mengerjakan shalat 5 waktu sehari semalam, karena perjalanan roh dalam tubuh berhenti di lima tempat penting dalam tubuh kita antara lain :
1.      Shalat subuh
Pada waktu kita tidur dimalam hari, roh hilang entah kemana, menjelang shalat subuh roh kita mulai masuk merayap melewati kaki menempati sulbi dan kemaluan. Saat ini getar nadi kehidupan mulai terasa, nafsu sahwat mulai bangkit ditandai dengan adanya rangsangan dikemaluan, alat vital kita bangkit menegang. Disaat ini Iblis membisikan kita lebih baik memeluk atau bersetubuh dengan istri bagi yang sudah kawin, bagi yang belum kawin dibujuk memegang erat guling. Bagi yang terbujuk rayuan Iblis ia terlelaf tidur karena kecapaian dan keasyikan sehingga seruan untuk menjalankan shalat subuh terabaikan karena kesiangan.
2.      Shalat Dzuhur
Setelah mampir di sulbi dan kemaluan roh terus berjalan naik, saat shalat dzuhur roh bertempat di lambung, sehingga merangsang kita untuk makan. Iblis merangsang dan membisikan lewat nafsu makan agar makan sebanyak-banyaknya, bagi yang tergoda dengan bujukan Iblis ia makan sekenyang-kenyangnya, akhirnya kekenyangan, ngantuk dan akhirnya tertidur, akibatnya shalat Dzuhur terabaikan, Bagi yang yang tak tergoda ia dapat mengerjakan shalat dzuhur.
3.      Shalat Ashar
Roh terus beranjak naik ,disaat shalat ashar roh berada di tengah-tengah antara lambung, dan hati. Disaat ini kita terasa kosong, menghayal dan melamun karena kecapaian sehabis kerja atau bangun tidur. Disaat ini Iblis membisikkan nafsu lalai dan berleha-leha, sehingga kita terlena, tak terasa waktu shalat magrib tiba. Bagi yang ingat akan Allah ia dapat mengerjakan shalat, sebaliknya yang lalai shalat ashar tak dapat ia kerjakan
4.      Shalat Magrib
Saat shalat magrib ruh berada tepat diulu hati kita. Disaat ini perasaan kita sangat kuat, semangat hidup bangkit lagi, perasaan ingat kepada Allah kuat karena hati tempatnya iman. Hati yang bersih imannya kepada Allah semakin kuat. Saat ini Iblis kewalahan untuk mengganggu, ia lebih senang berkeliaran keluar mencari mangsa lain sehingga shalat magrib dapat dikerjakan, tetapi hati yang kotor selalu digoda Iblis, sehingga tak betah dirumah ,ia lebih senang keluar rumah menemani Iblis
5.      Shalat Isya
Roh terus beranjak naik keatas tubuh kita. Waktu shalat isya roh berada di kepala mampir ke otak. Saat ini daya pikir dan ingatan kuat. Ini kesempatan Iblis membiuskan kepada nafsu agar menunda-nunda karena waktu shalat isya panjang. Bagi yang terbujuk rayuan Iblis ia berleha-leha, santai ,beurcengkrama dengan keluarga, asyik ngobrol dengan teman dan nonton TV, akhirnya lelah, ngantuk dan tertidur, bagi yang ingat dengan Allah shalat isya dapat ia kerjakan. Setelah shalat isya dan kita tertidur kembali roh kita naik entah kemana. Inilah rahasia tuhan.
Shalat merupakan perjalanan roh yang sangat rahasia, kita tak merasa dan menyadari bahwa roh yang ada dalam tubuh kita berjalan sesuai dengan ketentuan dan hukum yang telah ditetapkan Allah. Agar roh berjalan mengitar dan menyinari daging, tulang, darah, kulit, rambut dan bulu berkembang dan berjalan dengan tenang, bahagia dan mantap diperlukan bekal ibadah khususnya shalat yang dapat memancarkan sifat dan akhlak yang baik keseluruh anggota badan. Karena shalat dapat mencegah kita untuk berbuat keji dan mungkar. Shalat yang khusu’ dapat memberi kesejukan dan ketenangan roh dalam tubuh kita, sehingga kita dibimbing dan dituntun untuk selalu berbuat kebajikan kepada Allah dan juga kepada makhluk ciptaanNYA.
Shalat merupakan sarana roh (batin) kita untuk berjalan menghampiri dan mendekati Allah, sehingga apa yang disabdakan Nabi kita Muhammad saw dalam sebuah hadist yang berbunyi : Isra Miraj nya kaum Muslimin (Islam), adalah Shalat.
Kita kerjakan shalat untuk kepentingan dan keuntungan kita, Allah tidak berharap akan shalat yang kita kerjakan. Kehidupan orang yang selalu melakukan shalat hidupnya penuh disiplin, pakainya selalu baik dan wangi, jiwanya tenang karena ditempa oleh ajaran shalat dan wajahnya berseri karena siraman air wudhu.
Ibnu Athoillah pengarang buku Menyelami kesamudra Ma!rifat dan Hakekat menjelaskan: Jadikanlah Shalat dan sabar menjadi penolong hidupmu, Orang yang menjalankan shalat dengan khusu’ hatinya akan sabar. Persoalan hidup yang kita alami bila minta tolong dengan orang lain (manusia), terkadang selesainya tidak, malah mungkin dapat menimbulkan persoalan baru, tetapi bila kita meminta bantuan kepada Allah dengan sarananya yang tepat dan waktu yang pas pasti akan dikabulkan. Allah tidak akan pernah menolak doa hambanya yang meminta, hari ini tak dikabulkan mungkin nanti .Shalat lima waktu adalah kewajiban kita oleh karena itu kata guru saya K.H.Zaini Ghani mengatakan jangan banyak meminta dalam shalat lima waktu, jika kamu ingin meminta sesuatu dengan Allah perbanyak shalat sunat. jika kamu ragu kerjakan shalat istihorah, jika berhajat dengan sesuatu kerjakan shalat hajat. jika ingin meminta rizki dan kedudukan kerjakan shalat dhuha, jika ingin berkeluh kesah kesah kerjakan shalat tahajud dan lain lain.
Beberapa pendapat dalam buku Menyingkap Rahasia QOLBU Karangan Al-Ghazali berkenaan dengan shalat yaitu:
1)      Perumpamaan shalat lima waktu bagaikan sungai yang jernih airnya dan melimpah, mengalir didepan rumah salah seorang dari anda, lalu ia mandi dalam sungai itu lima kali dalam dalam sehari, Apakah dengan begitu anda masih melihat kotoran padanya ?(sabda Nab saw).
2)      Shalat dalam agama bagaikan kepala bagi jasad manusia (Riwayat Thabrani) Walaupun keraguan saya mulai berkurang, tetapi keinginan untuk membuktikan kebenaran shalat lima waktu perjalanan roh dalam tubuh kita tak akan terhenti, seperti roh atau nyawa yang masih tetap berjalan dan bersinar memberi kemampuan saya untuk hidup. Kita pun sadar bahwa untuk membuktikan kebenaran itu sangatlah sulit. Seperti sulitnya kita mengenali roh atau nyawa yang ada dalam tubuh kita, secara keyakinan boleh jadi kita percaya, hal ini merupakan simbul kerahasiaan yang digunakan untuk shalat, seperti shalat tiang agama, shalat bagai sungai, shalat bagai kepala tetapi secara logika keilmuan boleh jadi saya dan anda boleh tidak percaya atau ragu.
Untuk mengungkapkan rasa ketidak percayaan atau keraguan, dan rasa penasaran kita, saya mengutip pendapat seorang ahli Tafsir dalam buku “Kemana Tujuan Akhir Manusia” yang disusun oleh Ust.Labib MZ.Ahli Tafsir itu membagi roh menjadi 3 macam:
1.      Roh Sultaniah artinya roh yang bersifat memerintah, roh ini terletak di otak memenuhi kepala yang memfungsikan seluruh organ-organ kecil-kecil otak sehingga mampu mengatur sesuai kepemerintahan. Roh ini sifatnya memerintah dan meyetir segala fungsi roh lainnya, dan sangat independent terhadap roh jasmani dan rohani.
2.      Roh Rohaniah artinya roh yang bersifat kebatinan atau kejiwaan atau berkenaan dengan kejiwaan Sadar, maupun tak sadar. Roh ini menggerakan urat nadi, lewat otak, kemudian lewat syaraf-syaraf Tulang belakang dan terakhir didaerah basal (alam bawah sadar).
3.      Roh Jasmaniah artinya roh yang bersifat jasmani. Jasmani sebagai tempatnya roh sultaniah atau rohaniah dan roh jasmaniah. Roh ini letaknya antara sela-sela anatomi tubuh antara daging dan darah, antara urat nadi dan syaraf-syaraf lainnya.

Orang yang tidur rohnya tidak keluar, jawaban ini salah, kalau begitu orang tidur rohnya keluar, buktinya dia tidak sadar dan dijamahpun tidak merasa, jawaban inipun salah. Yang benar adalah kembali kepada bahasa roh yang terbagi tiga diatas. Sebab orang tidur sebenarnya ada sebagian roh yang keluar, dan sebagian lagi berada didalam tubuh. Roh yang keluar adalah roh jasmaniah, sehingga jasmaniah tersebut seperti mati tidak merasakan apa-apa. Cuma masih ada roh dalam tubuh yang mengaktifkan gerakan-gerakan dibawah kesadaran seperti denyut nadi yang berjalan sendiri. Roh jasmani seperti ini tidak keluar, yang keluar adalah roh jasmani yang mengaktifkan gerakan-gerakan dengan koordinasi kesadaran.
Dari penjelasan ahli tafsir diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksudkan dengan roh dalam tema tulisan ini adalah roh jasmani, karena roh ini yang mengaktifkan gerakan-gerakan kesadaran. Kesadaran sangat penting dalam mengerjakan shalat, sebab orang yang tidak sadar shalatnya tidak diterima, seperti shalat yang dikerjakan orang lagi mabuk, sementara orang gila digugurkan kewajibannya untuk mengerjakan shalat dan anak yang belum akil balig yang belum menyadari dirinya juga tak dituntut untuk mengerjakan shalat.
 kata mutiara hati (qalbu) karya yudha pramana:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar